Standar Hotel Syariah Indonesia yang Harus Diketahui

7 Standar Hotel Syariah Indonesia yang Harus Diketahui

Kehadiran hotel syariah di Indonesia semakin menjamur terkait peningkatan jumlah wisatawan baik lokal atau mancanegara. Tak hanya di kota tujuan wisata saja, kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan lain-lain menawarkan fasilitas penginapan berbasis syariah. Agar Anda tidak salah memilih hotel dengan label syariah, pastikan mengetahui standar hotel syariah Indonesia yang baik. Apa saja? Yuk, simak ulasan lengkap berikut!

Standar hotel syariah Indonesia sesuai fatwa MUI

Berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif no 2 tahun 2014 menyebutkan tentang pedoman hotel syariah yang masuk klasifikasi hilal 1 dan hilal 2. Ada 27 aspek syariah, 20 aspek pelayanan dan 2 aspek pengelolaan yang masuk dalam syarat hotel syariah hilal 1. Hotel syariah hilal 2 memiliki 40 aspek syariah, 28 aspek pelayanan dan 6 aspek pengelolaan yang harus terpenuhi.

Kategori hotel hilal 1 masih memiliki kelonggaran aturan terkait tidak ada seleksi tamu dan masih menyediakan minuman jenis wine, sedangkan hotel hilal 2 sudah memenuhi aturan kategori hotel syariah. Jangan heran bila hotel syariah hilal 2 telah memenuhi tingkat kenyamanan para pengunjung secara lahir batin. Pasalnya, seluruh produk terkait fasilitas kamar mandi, toilet, dapur, ruang tamu, ruang pekerja, tempat ibadah, kolam renang, dan spa memenuhi aturan standar hotel syariah.

Tak hanya produk yang disediakan hotel, hotel memiliki sistem pelayanan yang meliputi kantor depan, tata graha, penyediaan makanan dan minuman halal, tempat hiburan, pusat olahraga dan kebugaran telah memadai. Sedangkan aspek pengelolaan merujuk pada manajemen usaha dan sumber daya manusia yang sesuai dengan aturan syariah.

Namun, Anda wajib tahu tentang standar hotel syariah Indonesia merujuk pada fatwa MUI nomor 108/DSN-MUI/X/2016 mengenai Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata berdasarkan Prinsip Syariah. Ada 7 ketetapan yang harus dipenuhi sebuah hotel syariah sebagai berikut:

  1. Tidak memberikan atau menyediakan fasilitas pornografi dan tindakan asusila yang melanggar norma dan aturan dalam Islam.
  2. Tidak diperkenankan menyediakan fasilitas hiburan yang bertujuan atau mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi, dan asusila.
  3. Menyediakan makanan dan minuman halal yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.
  4. Menyediakan fasilitas atau sarana dan prasarana yang layak untuk pelaksanaan ibadah dan bersuci.
  5. Pengelolaan atau manajemen karyawan dan karyawati hotel syariah wajib memakai pakaian yang sesuai syariat Islam.
  6. Wajib memiliki pedoman atau panduan tentang prosedur pelayanan hotel yang sesuai dengan prinsip syariah.
  7. Wajib melakukan pelayanan dengan menggunakan jasa Lembaga Keuangan Syariah (hotel syariah wajib memiliki rekening bank syariah).

Keberadaan peraturan mengenai standar hotel syariah bersifat ketat dan menyeluruh sehingga harus dipenuhi oleh sebuah hotel yang ingin menyandang status syariah. Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hotel konvensional memenuhi standar dari hotel syariah. Namun, keduanya harus tetap mematuhi aturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Sinergi pelaku usaha di bidang perhotelan berbasis syariah, regulator, ulama, dan masyarakat Indonesia wajib bersatu guna menciptakan wisata halal Indonesia yang menjadi tujuan para pelancong asing. Selama ini, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia menyediakan hotel yang memenuhi standar syariah sehingga menjadi pusat tujuan pariwisata halal dunia.

Sudah sepatutnya Indonesia unjuk gigi di bidang pariwisata halal yang mendunia, bukan? Mari kembangkan standar hotel syariah Indonesia yang maju dan mengutamakan pelayanan publik tanpa melanggar hukum syariat Islam. Rasakan sensasi menginap di hotel nyaman untuk menginap sekaligus ibadah di hotel syariah yang kredibel!

Copyright Javier Mini Blog 2020
Shale theme by Siteturner