Minder dengan Keringat yang Terlalu Berlebihan? Ini Nih Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Berkeringat merupakan salah satu kondisi alami yang pasti dialami setiap orang buat penyesuaian suhu badannya dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Kalau keluarnya masih pada kondisi yang normal seperti melakukan aktivitas yang butuh banyak tenaga, demam, atau pun karena makan makanan yang pedas, ada juga yang berkeringat terlalu berlebihan sehingga perlu menggunakan cara mengatasi keringat berlebih yang benar.

Keringat yang terlalu berlebih ada 2 jenis, yaitu hyperhidrosis focal primer dan secondary general hyperhidrosis.

Hyperhidrosis focal primer merupakan jenis keringat berlebihan yang hanya muncul di bagian badan tertentu saja. Bagian badan tersebut yaitu di telapak kaki atau tangan, lipatan paha, ketiak, mau pun wajah. Penyebab karena memang ada gangguan pada fungsi sistem saraf, bukan karena ada penyakit tertentu yang memicunya.

Sedangkan secondary general hyperhidrosis merupakan kondisi keringat berlebihan yang memang disebabkan karena penyakit tertentu, seperti tiroid, TBC, gagal jantung, kanker, parkinson, dan sebagainya. Selain dari penyakit-penyakitnya, obat yang dikonsumsi pasien juga bisa menyebabkan keringat berlebihan.

Gimana Mengatasi Keringat yang Terlalu Berlebihan?

Memiliki keringat berlebihan memang membuat siapa pun pasti nggak akan merasa nyaman. Makannya, kamu harus tahu dulu nih gimana cara mengatasi keringat berlebih.

  1. Membatasi konsumsi makanan pedas dan kafein

Kandungan kafein pada minuman tertentu seperti kopi atau cola bisa membuat badan kamu lebih gampang mengeluarkan banyak keringat. Begitu juga saat kamu sedang mengkonsumsi makanan yang pedas-pedas karena cabai, sehingga keringat yang dikeluarkan pun semakin bertambah banyak.

Coba kamu batasi makanan pedas dan minuman kafein apa yang membuat keringat kamu lebih gampang keluar. Nggak ada salahnya sih kalau kamu membuat catatan sendiri tentang makanan dan minuman apa yang memicu keringatmu.

  1. Mandi teratur

Mengatasi keringat berlebih juga bisa dilakukan dengan cara mandi secara teratur. Coba kamu mandi 2 kali sehari, terutama kamu yang sudah punya banyak kegiatan pada hari itu. Kalau kamu memang tidak punya banyak aktivitas dan bau badannya tidak mengganggu, kamu bisa juga mandi sehari sekali asalkan kamu lakukan dengan rutin.

Nggak hanya mandi secara teratur saja, pastikan kamu memakai sabun yang punya sifat anti bakteri. Sabun tersebut memang ampuh mengurangi bakteri pada kulit yang gampang menumpuk.

  1. Keringkan badan dengan benar

Setelah mandi, nggak semua orang cuek-cuek saja dengan kondisi badannya masih basah tapi langsung menggunakan pakaian. Padahal kebiasaan itu bisa memicu keringat berlebihan gampang keluar. Makannya, mengeringkan badan dengan benar merupakan cara mengatasi keringat berlebih yang tepat.

Tapi, nggak ada salahnya juga sih kalau kamu mengeringkan badan dengan handuk yang sedikit basah dan dingin agar bisa mengurangi kelenjar keringat mengeluarkan keringat.

  1. Gunakan pakaian yang tepat

Kalau kamu sering berolahraga, sebaiknya kamu gunakan pakaian yang tepat agar keringat yang dikeluarkan tidak terlalu berlebihan. Pakai pakaian yang punya sifat yang cepat menyerap keringat, adem, dan intinya punya sirkulasi udara yang baik, seperti bahan katun.

Kalau memang baju kamu sudah terlanjur basah berlebihan, selalu bawa baju ekstra agar penampilan kamu tidak menjadi terganggu akibat keringat yang berlebihan. Kamu bisa kok memakai pakaian berwarna hitam agar keringatnya tidak terlihat oleh orang lain.

Gimana? Gampang kan cara mengatasi keringat berlebih di atas? Punya keringat berlebih nggak akan buat kamu merasa nyaman, apalagi kalau kamu sering bertemu dengan banyak orang. Kalau masih saja tetap berlebihan keluarnya, coba kamu konsultasi dengan dokter khusus agar bisa diatasi lebih lanjut.

Waspada, 7 Makanan Ini Bisa Menjadi Penyebab Kista

Waspada, 7 Makanan Ini Bisa Menjadi Penyebab Kista

Sebenarnya kista memang ada di dalam setiap tubuh wanita. Hanya saja kista tersebut bisa hilang dengan sendirinya atau justru berkembang dan menyebabkan masalah pada sistem reproduksi. Namun tahukah Anda jika timbulkan kista juga bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsi. Nah berikut 6 makanan yang bisa menjadi penyebab kista pada wanita.

  1. Junk Food

Makanan cepat saji memang sangat penting untuk dihindari. Tak hanya dapat meningkatkan risiko obesitas, makanan cepat saji juga bisa meningkatkan risiko penyakit kista ovarium pada wanita. Tak hanya itu saja, makanan cepat saji juga bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnya seperti jantung dan stroke. Jadi sebisa mungkin hindari makanan yang satu ini ya.

  1. Buah Durian

Meski memiliki rasa yang enak, namun bagi Anda para wanita sebaiknya hindari buah yang satu ini ya. Mengapa? Sebab durian juga bisa menjadi salah satu makanan penyebab kista. Terlebih lagi buah durian mampu merangsang pertumbuhan kista ovarium. Selain durian, buah lain seperti nangka, duku, dan nanas ternyata juga dapat memicu timbulnya kista.

  1. Makanan yang Digoreng dan Bakar

Makanan yang digoreng dan dibakar diyakini mampu memicu timbulnya kista ovarium. Asap dan minyak yang menempel pada makanan  tersebut menjadi salah satu penyebab utamanya. Jadi pastikan Anda mulai mengurangi untuk mengonsumsi makanan yang digoreng dan dibakar. Tak hanya itu saja, jenis makanan tersebut juga dapat meningkatkan risiko kanker.

  1. Makanan dalam Plastik

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika plastik mengandung banyak sekali bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Salah satunya adalah bisa menyebabkan timbulnya kista ovarium. Untuk itu agar terhindar dari penyakit kista ovarium, mulailah kurangi mengonsumsi makanan yang ada di dalam plastik.

  1. Minuman Bersoda

Minuman bersoda juga merupakan salah satu makanan yang wajib Anda hindari untuk mengurangi risiko terserang penyakit kista ovarium. Mengapa? Sebab kandungan gula yang terdapat pada minuman bersoda tak hanya akan dapat menyebabkan obesitas saja namun juga dapat memicu timbulnya kista ovarium.

  1. Seafood

 Seafood atau makanan laut tentunya merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki banyak penggemar. Namun sayangnya jenis makanan yang satu ini cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi sehingga mampu membahayakan kesehatan tubuh wanita. Salah satunya adalah memicu tumbuhnya kista ovarium pada rahim.

  1. Daging Merah

Meski rasanya enak, namun daging merah juga merupakan salah satu jenis makanan yang wajib Anda hindari. Mengapa? Sebab daging merah dapat memicu tumbuhnya kista ovarium pada wanita. Baik itu daging sapi, daging kerbau, ataupun daging kambing sebaiknya dihindari.

Penyakit kista ovarium memang sering kali dikaitkan dengan masalah kesuburan wanita yang berujung dengan sulit hamil. Untuk itu penting bagi Anda untuk melakukan upaya pencegahan sebelum terjadi. Nah di atas merupakan beberapa jenis makanan penyebab kista yang wajib Anda hindari.

Kelebihan dan Kekurangan BPJS kesehatan

Kelebihan dan Kekurangan BPJS kesehatan

Jika membahas menangani jaminan kesehatan yang ada di Indonesia, memang saat ini tidak selalu identik dengan adanya BPJS kesehatan yang saat ini sedang marak diperbincangkan, terutama banyak masyarakat yang memang masih banyak membutuhkan BPJS kesehatan. BPJS kesehatan merupakan salah satu program yang mana menjamin kesehatan masyarakat, yang diberikan oleh pemerintah.

Program jaminan kesehatan yang satu ini, juga dinilai memang memiliki nilai yang dapat memberikan alternative atau bahkan solusi lain untuk masyarakat yang belum memiliki asuransi untuk kesehatan. BPJS kesehatan sendiri sudah hadir sejak 1 Januari 2014 silam dan hingga saat ini, masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Walaupun sistem dan juga mekanisme yang dimiliki BPJS masih terasa sulit, pemerintah tetap berusaha memberikan terbaik untuk masyarakat.

Kelebihan BPJS kesehatan

  1. Harga yang murah

Kelebihan pertama yang dimiliki oleh BPJS kesehatan adalah biaya iuran yang dimilikinya sangatlah murah. Namun walaupun memiliki iuran yang murah, namun fasilitas yang diberikan juga tidak murah. Anda juga hanya diharuskan membayar premi, sesuai dengan kelas yang anda inginkan yaitu kelas 1 sebesar Rp59 ribu, kelas 2 sebesar Rp49.500, dan kelas 3 sebesar Rp25.000.

Dengan biaya tersebut, anda juga sudah bisa mendapatkan perawatan, pemeriksaan rawat inap, pembedahan, obat dan masih banyak lagi. Bahkan persalinan dan biaya untuk melakukan cuci darah bisa anda dapatkan.

  1. Wajib

BPJS kesehatan, merupakan salah satu layanan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan bersifat wajib. Dalam hal ini sudah di tetapkan dalam undang-undang dan juga peraturan pemerintahan yang ada.

  1. Dilakukan tanpa medical check up

Jika anda mendaftar asuransi kesehatan di luar BPJS, maka nantinya anda akan dikenai medical chek up terlebih dahulu. Hal ini tidak akan ada jika menggunakan BPJS kesehatan. Pasalnya anda bebas untuk menggunakan layanan yang ada, di umur berapapun.

Kekurangan BPJS kesehatan

  1. Metode yang berjenjang

Salah satu kekurangan pertama yang dimiliki oleh BPJS kesehatan, adalah metode yang dimiliki sangat berjenjang saat melakukan klaim. Bahkan saat seorang pasien ingin melakukan pemeriksaan, harus melalui tahap faskes 1 terlebih dahulu seperti puskesmas atau bahkan klinik. Lalu dapat melakukan tahapan selanjutnya, untuk dapat lanjut ke rumah sakit.

Hal ini tentunya berbeda jika anda langsung mendaftarkan diri menggunakan asuransi kesehatan lainnya, yang mana dapat langsung pergi atau melakukan pengobatan di rumah sakit.

  1. Hanya Indonesia

Kekurangan lainnya yang mana dimiliki oleh BPJS kesehatan, adalah hanya dapat melindungi seluruh warganya di ranah Indonesia saja. Hal ini tentunya berbeda dengan menggunakan asuransi swasta lainnya yang mana, dapat melindungi masyarakat di rumah sakit manapun bahkan di seluruh dunia. Hal ini tentunya akan sangat aman, jika anda sedang bepergian dan membutuhkan penanganan medis.

  1. Mengantre yang panjang

Kelemahan yang memang banyak dirasakan oleh para pengguna BPJS kesehatan adalah, dengan antrian yang panjang untuk bisa dilakukannya pengobatan. Dalam hal ini untuk anda yang ingin melakukan pendaftaran, atau bahkan melakukan pengubahan data sekalipun diharuskan untuk mengantre dengan sabar. Hal ini pasti akan dihadapi oleh banyak masyarakat, melihat bahwa pengguna dari BPJS sendiri, sangat banyak di seluruh Indonesia.

Itulah beberapa kelebihan dan juga kekurangan, yang dimiliki oleh BPJS kesehatan. Dalam hal ini, dapat anda jadikan sebagai referensi untuk menggunakan asuransi kesehatan yang satu ini. Anda dapat dengan mudah menikmati layanan yang ada, sementara beberapa kekurangan memang masih harus di perbaiki oleh pemerintah guna untuk memberikan pelayanan yang membuat masyarakat nyaman.

3 Jenis Tes Alergi Pada Anak yang Dapat Disesuaikan dengan Kondisi

Tes Alergi Pada Anak

Tes alergi pada anak dapat dilakukan apabila anak mengalami gejala yang dicurigai seperti alergi berat. Sedangkan untuk tes alergi yang dilakukan ini pun tidak akan dilakukan di semua kasus penyakit alergi. Dengan melalui tes alergi, maka dapat diketahui adanya faktor pencetus gejala dari alergi tersebut.

Menjadi seorang ibu haruslah lebih selektif dalam mengetahui kondisi anak, terlebih lagi untuk buah hati yang memiliki riwayat alergi. Ada banyak jenis tes alergi anak yang dapat dilakukan untuk memastikan bahwa buah hati Anda sakit karena alergi atau hal yang lainnya.

Berikut ini ada beberapa tes cek alergi pada anak yang dapat Anda ketahui, diantaranya:

  1. Tes alergi SPT atau Skin Prick Test

Jenis tes ini memiliki sifat yang tidak invasif, aman dan untuk hasilnya bisa didapatkan dengan cepat, yaitu cukup dengan 15 hingga 20 menit saja. Selain harganya yang lebih murah, maka untuk hasil yang di dapatkan nya pun juga cukuplah baik.

Namun sayangnya, tes ini tidak bisa dilakukan apabila:

  • Kulit mengalami kelainan, karena tes SPT hanya dapat dilakukan pada jenis kulit yang sehat saja.
  • Anak yang sedang mengkonsumsi obat anti alergi. Apabila obat yang dikonsumsi tersebut diberhentikan, maka keluhan terhadap alergi pun akan semakin berat dan bisa mengganggu.
  • Kondisi kulit yang berubah menjadi merah dan bentol jika ditekan maupun tergores sesuatu.

Untuk prosedur dari tes SPT yaitu seperti berikut ini:

  • Pasien akan diteteskan beberapa jenis cairan alergen pada bagian lengan bawah.
  • Jarum digunakan sebagai penusuk atau pen cukit kulit di bagian lokasi yang alergi. Proses ini dapat menimbulkan rasa sakit, namun tidak menimbulkan pendarahan.
  • Apabila semua alergi sudah di cukit, maka buah hati Anda diharuskan untuk menunggu, kurang lebihnya 5 menit.
  • Setelah 15 menit, maka akan menimbulkan benjolan warna merah pada bagian lokasi yang mengalami alergi.
  1. Tes IgE secara Spesifik dalam darah

Ketika anak melalui tes IgE dalam darah, maka untuk hasil pemeriksaan harus menunggu hingga beberapa hari. Sedangkan untuk harga yang ditawarkan pun juga cukup majal dibandingkan dengan tes SPT.

Apabila buah hati Anda tidak memungkinkan untuk tes SPT, maka Anda bisa memilih tes IgE. Perihal hasil yang di dapatkan antara IgE dan SPT setara, dengan demikian, si kecil tidak harus melakukan pemeriksaan tes dua kali.

  1. Tes uji tempel kulit

Tes uji tempel kulit dilakukan sebagai salah satu pemeriksaan untuk melakukan evaluasi reaksi hipersensitivitas pada tipe lambat. Proses uji alergi ini bisa dilakukan pada kulit selama 2 hingga 3 hari. Namun sayangnya, untuk pemeriksaan ini pun tidak perlu dilakukan secara rutin.

Untuk hasil tes cukuplah bervariasi dari waktu ke waktu, karena hal ini tergantung dari paparan yang sudah dialami buah hati terhadap pada alergi. Hasil tes dari alergi positif belum tentu menjadi pencetus dari gejala alergi yang saat ini sedang dialami oleh buah hati.

Agar hasil dari tes alergi akurat, maka bisa digabungkan pada anamnesis yang lebih cermat agar bisa menentukan alergi pencetus nya. Sedangkan dokter nantinya akan melakukan analisis dari hasil pemeriksaan maupun melakukan evaluasi pada hasil tes alergi maupun pada gejala yang sedang ditimbulkan.

Masih ada banyak lagi pemeriksaan lain untuk anak yang sedang mengalami alergi. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan tes alergi pada buah hati Anda, maka Anda harus mengonsultasikan kepada dokter agar bisa diarahkan pada jenis tes yang tepat dan sesuai dengan kondisi bayi.

Copyright Javier Mini Blog 2019
Shale theme by Siteturner