5 Jenis Makanan Berserat Tinggi untuk Anak

5 Jenis Makanan Berserat Tinggi untuk Anak

Pada dasarnya tubuh memerlukan berbagai macam jenis nutrisi atau asupan gizi untuk melakukan energi dalam beraktivitas. Salah satunya adalah nutrisi berupa serat. Apalagi serat yang dibutuhkan untuk anak untuk menjaga kesehatannya dalam mencegah berbagai macam penyakit. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai jenis makanan berserat tinggi untuk anak yang bisa Anda berikan setiap hari.

1. Buah-Buahan

Pertama ada buah-buahan. Pada buah-buahan mengandung banyak manfaat yang dapat menjaga kesehatan tubuh. Terutama anak yang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Anda bisa memberikan berbagai macam buah-buahan setiap hari secara bervariasi. Terutama yang mengandung serat harus Anda sajikan setiap hari. Pasalnya, adanya kandungan serat dapat memperlancar sistem pencernaan anak.

Anda bisa memilihkan buah seperti alpukat, jambu biji merah, apel, pir, mangga dan pepaya. Anda bisa menyajikannya secara langsung dengan cara dipotong kecil-kecil. Bisa juga Anda olah menjadi jus yang bisa dibawa anak sebagai bekal ke mana saja anak pergi. Jika anak terlalu bosan mengonsumsi buah, Anda bisa mengolah buah dengan tambahan menu lainnya.

2. Sayur

Selain buah-buahan, Anda juga bisa menyajikan sayur pada menu makanan anak setiap hari. Saat Anda membuat menu sayur, Anda bisa memvariasikan olahan sayur. Salah satu sayuran yang mengandung banyak serat bisa Anda temui pada wortel, kentang, sayuran hijau, timun, hingga pare.

Apabila anak susah dalam mengonsumsi sayur yang diolah menjadi kuah, Anda bisa mengolahnya menjadi topping atau bisa juga menempatkannya di dalam menu lainnya. Misalnya menjadikannya isi sandwich.

3. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan juga baik untuk mencukupi kebutuhan serat anak. Jangan lupa juga olah sedemikian menariknya hingga nafsu makan anak menjadi meningkat. Apabila anak tidak bisa memakan makanan berupa kacang-kacangan, Anda bisa mengolahnya menjadi saus salad atau bentuk olahan lainnya. Terutama bagi anak yang tidak memiliki gigi atau memiliki masalah terhadap giginya.

4. Gandum

Menu makanan berikutnya yang bisa Anda berikan adalah berupa gandum. Bentuk dari gandum ini beraneka ragam. Misalnya saja dalam bentuk oatmeal, bisa juga bentuk roti yang terbuat dari gandum, dan juga bisa berupa sereal yang kaya akan kandungan gandum. Gandum dipercaya menjadi salah satu menu yang cepat membantu anak menjaga sistem pencernaannya. Terutama bagi anak yang sering mengalami konstipasi atau sembelit.

5. Umbi-umbian

Umbi-umbian bisa juga Anda sajikan dalam menu harian anak. Anda bisa mengolahnya menjadi berbagai macam bentuk agar anak tidak bosan dalam mengonsumsinya. Bisa Anda sajikan seperti bola ubi goreng, bisa juga Anda olah menjadi ice cream ubi dan lain sebagainya yang bisa dikreasikan.

Nah itulah beberapa jenis makanan berserat tinggi untuk anak yang bisa membantu menjaga kesehatannya. Terutama dalam hal menjaga sistem pencernaannya. Apabila Anda bisa menjaga sistem pencernaan anak, bisa dipastikan anak terhindar dari berbagai macam penyakit. Pasalnya, anak sering mengalami penyakit melalui sistem pencernaannya.

Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak

Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak

Kesehatan anak menjadi fokus utama si kecil baik itu kesehatan fisik maupun mental. Orang tua harus fokus dalam menjaga daya tahan tubuh anak dengan meningkatkan sistem imun tubuh agar anak tidak mudah terserang penyakit.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Biasanya ibu akan memberikan vitamin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil. Namun sebenarnya selain memberikan vitamin, sistem imun juga bisa ditingkatkan dengan beberapa cara atau aktivitas yang dilakukan sehari-hari secara rutin.

  1. Kualitas tidur yang baik

Kurang tidur dapat memberikan banyak efek negatif seperti kurangnya energi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mudah lelah, mengantuk, bahkan juga akan berdampak pada sistem kekebalan tubuhnya yang menurun. Hal ini karena produksi protein sitokin yang menurun sehingga menyebabkan kondisi menjadi kurang optimal. Kebutuhan tidur anak setiap umurnya berbeda :

  • 1-3 tahun : 12-14 jam
  • 3-6 tahun : 10-12 jam
  • 7-12 tahun : 10-11 jam
  1. Bantu anak mengelola stres

Anak yang sering merasa cemas akan sulit mengelola emosinya sehingga menjadi mudah stres. Stres dapat memicu tekanan yang besar pada anak-anak sehingga berdampak pada sistem imunnya. Anak akan menjadi sulit untuk berkonsentrasi, sulit tidur, menjadi tidak aktif seperti biasa, dan kegiatan lainnya yang terganggu.

Untuk menjaga daya tahan tubuh anak, ajarkan anak untuk mengelola stresnya dengan mengajaknya melakukan hal yang disukai, jangan memberikan jadwal belajar yang terlalu padat, biarkan anak bermain dan beristirahat di sela-sela waktu belajarnya, jangan menekan anak, dan lainnya.

  1. Olahraga teratur

Olahraga merupakan aktivitas yang dikenal menyehatkan tubuh dan juga dapat meningkatkan produksi sistem imun. Anak yang rajin berolahraga akan lebih sehat dan kuat. Banyak jenis olahraga yang bisa diberikan kepada anak seperti berenang, bersepeda, berjalan, senam, dan masih banyak lagi. Pilih yang disukai oleh si kecil dan lakukan secara rutin.

  1. Menjaga kebersihan

Kebersihan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kekebalan tubuh si kecil. Kuman dan bakteri akan mudah menempel di mana saja. Memang anak yang berani kotor itu dapat membuat tubuhnya terbiasa dan menciptakan sistem imunnya sendiri. Namun bukan berarti harus tetap kotor karena akan menurunkan kekebalan tubuhnya dan menjadi lemah sehingga mudah terserang penyakit.

Tidak ada salahnya untuk membiarkan anak bermain di luar dan mengeksplorasi dunianya. Namun pastikan anak untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan setelah makan, mandi 2x sehari dengan sabun, cuci tangan dan kaki setelah bermain dan juga sebelum tidur.

Inilah kegiatan yang bisa dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Pastikan juga kebutuhan nutrisi anak tercukupi untuk mendorong peningkatan produksi sistem imun agar perlindungan tubuh anak lebih maksimal. Berikan susu Nutrilon Royal ActiDuoBio+ dengan kandungan nutrisi yang lengkap setiap harinya kepada si kecil.

Deskripsi : menjaga daya tahan tubuh anak diperlukan dukungan antara kegiatan yang sehat dan juga pemenuhan nutrisi yang cukup.

Inilah Perkembangan Janin 4 Bulan yang Wajib Bumil Tahu

Inilah Perkembangan Janin 4 Bulan yang Wajib Bumil Tahu

Memperhatikan setiap perkembangan janin dari bulan ke bulan merupakan hal membahagiakan yang pasti dirasakan setiap wanita hamil. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan Anda, tentu janin yang Anda kandung juga akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Lantas bagaimana perkembangan janin 4 bulan? Apa saja yang bumil rasakan ketika usia kehamilan menginjak 4 bulan?

  1. Detak Jantung Janin Dapat Dirasakan

Ketika usia kandungan Anda sudah memasuki usia 4 bulan, detak jantung janin sudah mulai terasa. Pada usia kehamilan ini Anda dapat mendengar detak jantung janin melalui sebuah alat yang disebut Doppler.

  1. Ukuran Panjang dan Berat Badan Janin Bertambah

Anda sebagai calon ibu pasti membayangkan sudah sebesar apa ukuran calon buah hati Anda ketika memasuki masa kehamilan 4 bulan. Pada bulan keempat janin akan berukuran seperti buah jeruk besar, dengan berat kurang lebih 6 ons dan panjang 6 sampai 7 inci. Ketika nanti memasuki akhir bulan keempat, janin Ibu akan berukuran sebesar kepala kubis.

  1. Organ Reproduksi Janin Terbentuk

Selain detak jantung yang mulai terasa hingga penambahan ukuran serta berat badan janin, organ reproduksi dan genital janin sudah berkembang sepenuhnya. Sehingga Anda sudah dapat melihat jenis kelamin calon buah hati Anda melalui USG.

  1. Janin Mulai Menendang

Perkembangan janin 4 bulan selanjutnya adalah mulai muncul tendangan pertama. Pada usia kehamilan 4 bulan janin Ibu mulai melakukan beberapa gerakan, meskipun tak jarang bumil yang belum dapat merasakan gerakan tersebut. Gerakan yang umum dilakukan bayi adalah melenturkan kaki dan tangan, mengepalkan tangan hingga menendang.

  1. Pendengaran Janin Berfungsi

Tak perlu heran jika pada usia kehamilan 4 bulan, dokter kandungan Anda akan menyarankan untuk sering mengajak berbicara calon buah hati Anda. Karena pada kehamilan bulan keempat pendengaran janin sudah dapat berfungsi.

  1. Organ Mata Janin Mulai Berfungsi

Otot wajah janin sudah cukup berkembang pada usia kehamilan 4 bulan, sehingga matanya sudah dapat berfungsi seperti membuat gerakan ke sisi kanan kiri hingga menyipitkan mata. Janin juga sudah dapat melihat cahaya meskipun kelopak matanya masih tertutup.

Mengapa Bumil Belum Dapat Merasakan Gerakan Janin Ketika Memasuki Usia Kehamilan 4 Bulan?

Apa sebenarnya penyebab bumil yang belum dapat merasakan pergerakan janin meskipun telah menginjak usia kehamilan 4 bulan? Pergerakan janin dalam kandungan biasa disebut dengan quickening.

Pada wanita yang baru pertama kali mengandung, umumnya baru dapat merasakan gerakan janin pada usia kandungan 5 bulan. Pada wanita yang telah beberapa kali hamil, umumnya dapat merasakan pergerakan janin lebih cepat yakni pada usia kehamilan 4 bulan.

Selain itu, alasan lain Anda belum dapat merasakan gerakan janin adalah karena janin masih berukuran kecil dan bebas bergerak kesana kemari. Pergerakannya pun tidak menentu, terkadang bergerak ke kanan, kiri, atas ataupun bawah.

Itulah penjelasan mengenai perkembangan janin 4 bulan yang wajib diketahui oleh ibu hamil. Tak lupa untuk berkonsultasi ke dokter kandungan selama masa kehamilan.

Copyright Javier Mini Blog 2020
Shale theme by Siteturner